Notification

×

Iklan

Iklan

Lestarikan Adat Turun Menurun, Masyarakat Desa Sumbermulya Diacara Mapag Sri Disuguhkan Tontonan Wayang kulit

18 April 2026 | 21:36 WIB Last Updated 2026-04-18T14:36:11Z



Breportase.com, Indramayu,-Bagi Masyarakat Desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, kegembiraan musim panen bukan hanya memetik padi dengan hasil yang melimpah tetapi juga ada momen sakral yang harus mereka ingat yakni bersyukur atas hasil panen dan itu diaplikasikannya melalui ritual Mapag Sri. 


Kuwu Desa Sumbermulya Taryono, SE mengatakan, Mapag Sri adalah sebuah tradisi yang harus dilestarikan. Acara ini digelar di saat para petani menjelang musim panen musim tanam (MT) I atau musim panen rendeng. 


Taryono menjelaskan. Mapag Sri atau dikenal juga sebagai menjemput padi, rutin digelar di desa Sumbermulya Kecamatan Haurgeulis misalnya.


 “Tradisi ini biasanya dilaksanakan menjelang panen musim tanam pertama sebagai wujud rasa syukur atas tanaman padi yang tumbuh subur dan terhindar dari serangan hama,” kata Kuwu Desa Sumbermulya Taryono di sela gelaran acara wayang kulit dalam rangkaian Mapag Sri, Sabtu 18 April 2026 malam.


" Tradisi Mapag Sri di Sumbermulya, Wujud Syukur Petani atas Panen dan Tolak Bala melalui Wayang Kulit . Alhamdulillah, antusias masyarakat untuk menonton wayang kulit sangat tinggi," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

close