Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Abaikan K3, Pekerja Diproyek Pembangunan Dapur Makan Bergizi Tersengat Listrik Bertegangan Tinggi, Korban Alami Luka Bakar Hingga 36%

24 Juli 2026 | 08:55 WIB Last Updated 2026-07-24T01:55:06Z


Foto: ilustrasi 



Breportase.com, Indramayu,- Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terletak di Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis kabupaten Indramayu membuat geger warga setempat. Pasalnya, seorang Buruh saat berada di bagian atas bangunan untuk memasang rangka baja ringan sebagai penyangga atap tersengat Listrik.

Pantauan tim media dilokasi pada kamis 23/7/1026, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 atau waktu menjelang adzan Dzuhur.

Wastirah, salah satu tukang yang bekerja di pembangunan Dapur Makan Bergizi (MBG) mengatakan, Korban tersengat aliran listrik tegangan tinggi ketika memasang rangka atap bangunan dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.


“Awalnya tidak ada yang melihat persis kejadiannya. Tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan. Kami langsung melihat ke atas dan korban sudah terkulai. Kami kemudian berusaha mengevakuasinya secepat mungkin agar segera mendapat pertolongan,” kata Wastirah, 


Dibeberkan wastirah, insiden kesetrum diduga terjadi ketika material baja ringan yang sedang dipasang berada terlalu dekat dengan jaringan listrik yang bertegangan tinggi melintas di atas lokasi proyek pembangunan Dapur Makan Bergizi (MBG).


"Sepertinya bagian rangka baja ringan menyentuh kabel sehingga arus listrik langsung mengalir ke tubuh korban," bebernya.


Menurutnya, Saat mengetahui rekannya tersengat Listrik, rekan-rekan kerja korban begegas menurunkan korban dari atas bangunan, lalu membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Sementara itu, H. Aghis selaku pemilik bangunan melalui pesan singkat Whastapp membenarkan adanya kecelakaan kerja. Dia mengungkapkan, korban sempat dibawa ke klinik sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan luka bakar lebih lengkap.


“Korban mengalami luka bakar sekitar 36 persen, terutama di bagian tangan kanan dan dada. Alhamdulillah kondisinya masih sadar, masih bisa makan, minum, berkomunikasi, bahkan masih bisa berpindah tempat. Namun dokter menyarankan agar sementara tidak banyak bergerak dan memperbanyak minum air putih,” ucap Aghis dipesan Whastappnya.


Diketahui, Hingga Kamis 23/7/1026) sore, korban masih menjalani perawatan medis.


Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama pada proyek konstruksi yang berada di dekat jaringan listrik tegangan tinggi. Penggunaan alat pelindung diri, pengawasan lokasi kerja, serta menjaga jarak aman dari instalasi listrik menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan serupa.


Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut ataupun apakah akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap aspek keselamatan kerja di lokasi proyek.

Tidak ada komentar:

close