Breportase.com,Indramayu, -Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Abdi Lestari (ABRI) menyoal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kecamatan Haurgeulis. Pasalnya menu MBG, dinilai tidak sesuai standar gizi maupun pagu anggaran per porsi.
Hal tersebut dikarenakan adanya keluhan dari penerima manfaat disalah satu Sekolah.
Hanafi mengatakan, Pagu anggaran MBG, umumnya diangka Rp15.000 per porsinya. Praktik dilapangan tidak demikian. Serat dengan penyimpangan. Menjadi lahan basah, sebagai ajang korupsi.
"Menu MBG yang diterima penerima manfaat, kalau dihitung-hitung ngga sampai segitu. Jauh dari nilai segitu," kata ketua LSM ABRI Hanafi, selasa (23/12/2025).
Hasil investigasi disalah satu sekolah SMA Negeri 1 Haurgeulis (Bonru) di Desa Sukajati. Hanafi menilai,dari sisi porsi maupun kualitas gizi, sudah tidak memenuhi. Padahal, sejatinya program MBG bertujuan membantu pemenuhan gizi dasar. Terutama pada anak sekolah dan ibu hamil.
"Kalau praktiknya sudah banyak disunat dan menu yang disajikan kurang dari Rp 10.000 bagaimana anak bangsa mau sehat" Tegas Hanafi.
Selain itu. Hanafi memaparkan, mekanisme pembagian MBG juga patut menjadi sorotan. Seperti pada menu hari Senin 22 DDesember 2025, dalam satu porsi berisi, Nasi, Buah Naga,tumis kol dan Wortel, sayur dan gorengan ayam terigu yang dibagikan pada hari itu. Nyatanya hanya menjadi kedok semata.tandasnya.
"Kami akan melaporkanke pihak Penyelenggara MBG, Badan Gizi Nasional (BGN)," Pungkasnya.
Sampai berita ini diterbitkan, pengelola MBG belum memberikan tanggapan.

